Senin, 06 Agustus 2018

Indonesia Lahan Basah Mata Uang Kripto

Indonesia Lahan Basah Mata Uang Kripto


Sibray - Populasi Indonesia sebanyak 265 juta jiwa kerap menjadi pasar potensial, termasuk untuk perdagangan mata uang kripto (cryptocurrency).

Chief executive officer Coinhako, Yusho Liu mengatakan basahnya lahan Indonesia ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan mata uang kripto yang masuk pada peringkat 20 teratas terkait volume transaksi mata uang kripto di dunia.

"Indonesia memiliki 265 juta penduduk, baru satu juta orang yang memperdagangkan Bitcoin dan Rupiah. Dengan jumlah satu juta saja, Indonesia masuk berada di peringkat 20 teratas di dunia terkait voume perdangangan uang kripto. Jadi saya pikir ada potensi perdagangan uang kripto." kata Yusho di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan,  Kamis (2/8).

Berdasarkan data dari Coinhilss, Indonesia berada pada peringkat tiga negara paling "doyan" melakukan perdagangan uang kripto. Indonesia hanya berada di belakang Jepang dan Korea.

Untuk menarik perhatian para calon pemain mata uang digital, Liu mengatakan pihaknya sebagai layanan dompet digital dan perusahaan pertukaran uang kripto harus mampu menarik komisi minim dari jumlah uang konvensional yang ditukarkan ke bentuk digital.

"Orang-orang tertarik dengan komisi yang rendah untuk menukarkan uang konvensional ke digital, Coinhako berada di angka yang rendah untuk rata-rata komisi yang ada di pasar, yakni satu persen.  Dari harganya menarik jika di trade harganya kompetitif." ujarnya.

Pada 16 Agustus mendatang, Liu mengatakan pihaknya akan hadir di Indonesia untuk meramaikan ekosistem perdagangan uang kripto.
Ia berharap masyarakat semakin sadar dengan potensi investasi dalam bentuk mata uang kripto. Liu mengatakan Indonesia memiliki potensi besar, hanya masyarakat masih perlu edukasi mengenai mata uang kripto sebagai subjek komoditas atau investasi.

"Hal-hal edukasi, kami sudah punya materi edukasi, kami ubah ke bahasa Indonesia dan kami dorong lewat berbagai media sosial. Kami harus melakukan edukasi karena pasar mata uang digital masih baru," ucapnya.

Sejauh ini, Coinhako telah beroperasi di Malaysia dan Singapura dengan menjangkau 150 ribu pengguna dan total volume perdagangan mencapai Rp3,176 triliun.Dalam setahun keberadaannya, Liu menargetkan Coinhako bisa menjangkau 500 ribu pengguna di Indonesia.

Saat ini Coinhako memperdagangkan Bitcoin dan Etherum. Ke depannya Coinhako akan menambah 20 daftar kripto, diantaranya adalah Zcash (ZEC), Ziliiqa (ZIL) dan 0X (ZRX). OS dan Monero (XMR)