Senin, 27 Agustus 2018

Raksasa Teknologi Kumpul Bahas Perlindungan Konten Pemilu

Raksasa Teknologi Kumpul Bahas Perlindungan Konten Pemilu


Sibray - Raksasa teknologi mengadakan pertemuan untuk membahas perlindungan platform mereka dari manipulasi selama pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat.

Dilansir dari CNNMoney, pertemuan tersebut dihadiri oleh Facebook, Twitter, Microsoft hingga Google. Pertemuan ini menjadi penting karena saat ini media sosial menjadi salah satu ladang penyebaran kebencian dan hoaks.

Perusahaan-perusahaan, terutama Facebook dan Twitter telah dikritik karena platform mereka digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah selama pemilihan presiden 2016, terutama oleh entitas Rusia.

Eksekutif dari kedua perusahaan diharapkan untuk bersaksi di depan Komite Intelijen Senat bulan depan untuk menjawab pertanyaan tentang peran mereka melindungi pemilu dari informasi yang salah.

Perusahaan ini telah berjanji bahwa mereka bekerja untuk melindungi bisnis mereka dari upaya yang tidak semestinya untuk mempengaruhi pemilih AS.

Awal pekan ini, Facebook mengatakan telah menurunkan 652 profil dari akun dan kelompok yang diidentifikasi sebagai bagian dari kampanye disinformasi terkoordinasi yang memiliki hubungan dengan negara-negara asing, termasuk Iran dan Rusia.

Microsoft pun minggu ini mengumumkan program 'Membela Demokrasi' dengan menawarkan perlindungan kepada kandidat dan organisasi terkait.

BuzzFeed melaporkan bahwa Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, mengundang karyawan dari selusin perusahaan teknologi ke pertemuan yang diadakan di kantor pusat Twitter, San Fransisco.

Sayangnya, dikutip dari CNNMoney, Twitter menolak berkomentar. Juru bicara untuk Facebook, Google dan Microsoft tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar pada pertemuan tersebut.

Secara terpisah Jumat, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI mengadakan briefing dengan pejabat pemilihan dan Facebook serta Microsoft untuk membahas tindakan yang diambil oleh kedua perusahaan dalam memerangi ancaman asing.